Bila aku menjadi buih
dan hilang dihempas samudra,
akankah kau mencariku
hingga akhir kehidupanmu?
Datanglah lebih cepat.
Sebelum aku menjadi buih
yang menghantam karang di lautan.
22.11wib
25 march 2009
Rabu, 25 Maret 2009
Senin, 15 Desember 2008
we can touch the sky
I want to love u like this.
Through my own way.
Yes, u right, i love u so much.
That's why sometimes i can be jealous n mad,
til making u dissapointed n angry.
But over all, u know that i m the best for u.
U will neva finding any girl who's better than me.
U will neva get any girl more caring n loving than me.
U know it urself.
That's why u want me to be yours
n will neva leave me.
N i promise, i will neva let u go.
Honey we need each other wings to fly together.
We can neva touch the sky if we fly just with our own wings.
Coz we will fall down to the ground again.
But if u with me,
i will give u my wings.
N yours for me.
Then we can touch the sky together...
Created by: Atika Dian Pitaloka
151208
03.36am
Through my own way.
Yes, u right, i love u so much.
That's why sometimes i can be jealous n mad,
til making u dissapointed n angry.
But over all, u know that i m the best for u.
U will neva finding any girl who's better than me.
U will neva get any girl more caring n loving than me.
U know it urself.
That's why u want me to be yours
n will neva leave me.
N i promise, i will neva let u go.
Honey we need each other wings to fly together.
We can neva touch the sky if we fly just with our own wings.
Coz we will fall down to the ground again.
But if u with me,
i will give u my wings.
N yours for me.
Then we can touch the sky together...
Created by: Atika Dian Pitaloka
151208
03.36am
Janji Suci
Aku mengerti semua.
Aku tau dirimu, sayang.
Kau adalah yang terbaik,
yang pernah Tuhan kirim untukku.
Dan aku berjanji,
ku takkan pernah meninggalkanmu
walau semua ingin kita berpisah.
Karena kasih,
ku yakin,
tak selamanya badai menerpa.
Pasti akan ada saatnya badai itu kan reda.
Sabarlah, sayang.
Aku disini untukmu.
Tegarlah cinta,
aku takkan tinggalkanmu walau dunia berkata
kita tak mungkin bersama.
Mari buktikan berdua,
bahwa kita mampu jalani segala.
Hingga akan kita dapati janji kita sempurna.
Gapai indah bahagia,
untuk selamanya.
Created by: Atika Dian Pitaloka
121208
18.37wib
Aku tau dirimu, sayang.
Kau adalah yang terbaik,
yang pernah Tuhan kirim untukku.
Dan aku berjanji,
ku takkan pernah meninggalkanmu
walau semua ingin kita berpisah.
Karena kasih,
ku yakin,
tak selamanya badai menerpa.
Pasti akan ada saatnya badai itu kan reda.
Sabarlah, sayang.
Aku disini untukmu.
Tegarlah cinta,
aku takkan tinggalkanmu walau dunia berkata
kita tak mungkin bersama.
Mari buktikan berdua,
bahwa kita mampu jalani segala.
Hingga akan kita dapati janji kita sempurna.
Gapai indah bahagia,
untuk selamanya.
Created by: Atika Dian Pitaloka
121208
18.37wib
Kamis, 27 November 2008
It like sooooo long time ago...
It like soooo long time ago,
since i know u,
that i ever meet u before,
reach your hand and tell all to u bout what i feel.
It like i was crying infront of u before.
And my tears just fallin down from the boundry of my eyes.
And u wipe it by your own finger in the real soft touch.
It like i was hug u deep before.
When u feelin sad cz face all the hardshipness.
I feel it was soooo long time ago,
since i know u,
and being the best part of your life.
Created by: Atika Dian Pitaloka
07nov08
19.16wib
since i know u,
that i ever meet u before,
reach your hand and tell all to u bout what i feel.
It like i was crying infront of u before.
And my tears just fallin down from the boundry of my eyes.
And u wipe it by your own finger in the real soft touch.
It like i was hug u deep before.
When u feelin sad cz face all the hardshipness.
I feel it was soooo long time ago,
since i know u,
and being the best part of your life.
Created by: Atika Dian Pitaloka
07nov08
19.16wib
Jangan Pernah Berhenti
Sayang,
Sungguh jangan pernah lelah kepakkan sayapmu.
Jangan pernah memutuskan untuk menyerah dan terjatuh.
Karna sungguh,
aku tak akan pernah membiarkan semua itu terjadi.
Jika kau kelelahan dan hampir tak sadarkan diri,
aku akan menangkapmu.
Mengelus punggungmu dan mengecup keningmu.
Membiarkanmu tertidur di pangkuanku.
Aku akan setia menjagamu,
hingga kau terbangun kembali.
Sayang,
sungguh wajar jika terkadang kita lelah.
Tapi janganlah pernah berhenti melangkahkan kakimu
menuju impian-impian kita.
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan.
Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan.
Yakinlah akan janji Tuhan kita, sayang.
Aku amat mencintaimu, sayangku.
Oleh karena itu
aku tak akan pernah berhenti melangkah
dan pergi meninggalkanmu,
seberat apapun ujian yang akan kita hadapi.
Aku yakin aku bisa menaklukannya.
Karna kau bersamaku.
Dan aku yakin kau pun bisa menaklukannya.
Karna aku bersamamu.
Kekuatan cinta kita akan membuktikan segalanya.
Created by: Atika Dian Pitaloka
281108
20.49wib
Sungguh jangan pernah lelah kepakkan sayapmu.
Jangan pernah memutuskan untuk menyerah dan terjatuh.
Karna sungguh,
aku tak akan pernah membiarkan semua itu terjadi.
Jika kau kelelahan dan hampir tak sadarkan diri,
aku akan menangkapmu.
Mengelus punggungmu dan mengecup keningmu.
Membiarkanmu tertidur di pangkuanku.
Aku akan setia menjagamu,
hingga kau terbangun kembali.
Sayang,
sungguh wajar jika terkadang kita lelah.
Tapi janganlah pernah berhenti melangkahkan kakimu
menuju impian-impian kita.
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan.
Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan.
Yakinlah akan janji Tuhan kita, sayang.
Aku amat mencintaimu, sayangku.
Oleh karena itu
aku tak akan pernah berhenti melangkah
dan pergi meninggalkanmu,
seberat apapun ujian yang akan kita hadapi.
Aku yakin aku bisa menaklukannya.
Karna kau bersamaku.
Dan aku yakin kau pun bisa menaklukannya.
Karna aku bersamamu.
Kekuatan cinta kita akan membuktikan segalanya.
Created by: Atika Dian Pitaloka
281108
20.49wib
Sabtu, 22 November 2008
Siapakah Aku?
Aku tak tahu,
apakah aku ini berlian,
atau hanya sebongkah batu
dibawah timbunan lumpur tebal.
Akupun tak tahu,
apakah aku bernilai atau tidak.
Memiliki arti atau hanya sekedar sampah.
Sekelilingku pekat.
Hitam.
Bahkan akupun tak bisa melihat diriku sendiri.
Namun kau datang.
Lenganmu yang kekar memilihku.
Membawaku keluar dari kedalaman lumpur yang pekat.
Jemarimu menyeka setiap hitam yang tertinggal di tubuhku.
Bahkan walau masih menempel sisa2nya,
kau dengan tulus menciumku.
Membasuhku dengan air kejernihan dari kedua matamu.
Membuatku berkilau hingga pancarannya mampu menerangi semesta.
saat itu kau berkata:
"Kaulah intanku. Kaulah berlianku.
Oh, tapi TIDAK!
Kau bukan intan,
berlian,
ataupun zamrud dan emerald.
Namun kau lebih berharga dari itu semua.
Karna kau adalah...
bidadari cintaku."
Ketika itulah aku tahu siapa diriku.
Created by: Atika Dian Pitaloka
07 nov 2008 14.37wib
edited at 21 nov 2008 15.25wib
apakah aku ini berlian,
atau hanya sebongkah batu
dibawah timbunan lumpur tebal.
Akupun tak tahu,
apakah aku bernilai atau tidak.
Memiliki arti atau hanya sekedar sampah.
Sekelilingku pekat.
Hitam.
Bahkan akupun tak bisa melihat diriku sendiri.
Namun kau datang.
Lenganmu yang kekar memilihku.
Membawaku keluar dari kedalaman lumpur yang pekat.
Jemarimu menyeka setiap hitam yang tertinggal di tubuhku.
Bahkan walau masih menempel sisa2nya,
kau dengan tulus menciumku.
Membasuhku dengan air kejernihan dari kedua matamu.
Membuatku berkilau hingga pancarannya mampu menerangi semesta.
saat itu kau berkata:
"Kaulah intanku. Kaulah berlianku.
Oh, tapi TIDAK!
Kau bukan intan,
berlian,
ataupun zamrud dan emerald.
Namun kau lebih berharga dari itu semua.
Karna kau adalah...
bidadari cintaku."
Ketika itulah aku tahu siapa diriku.
Created by: Atika Dian Pitaloka
07 nov 2008 14.37wib
edited at 21 nov 2008 15.25wib
Seharusnya Aku
Seharusnya aku
tak usah perlu cemburu,
karna ku tahu pasti
bahwa cintamu hanya untukku.
Seharusnya aku
tak usah perlu meragukan ketulusanmu.
Karna ku tahu pasti
seberapa dalam hasratmu akan ku.
Seharusnya aku
tak usah perlu bertanya,
apakah aku satu2nya wanita di hatimu?
Karna ku tahu pasti
tak akan pernah ada yang mampu menggantikanku dihatimu.
Seharusnya aku
tak usah perlu menangis,
karna ku tahu pasti
suatu hari kau akan datang penuhi janjimu.
Seharusnya aku
tak usah perlu khawatir,
karna ku tahu pasti,
kau selalu menjaga diri dan cintamu untukku.
Tapi sayangku,
aku menangis,
aku khawatir,
aku cemburu,
dan aku bertanya banyak hal,
bukan karena aku meragukanmu.
Tapi karena sesungguhnya,
jauh di dalam lubuk hatiku
aku sangat takut kehilanganmu.
Created by: Atika Dian Pitaloka
10 nov 2008
18.53wib
tak usah perlu cemburu,
karna ku tahu pasti
bahwa cintamu hanya untukku.
Seharusnya aku
tak usah perlu meragukan ketulusanmu.
Karna ku tahu pasti
seberapa dalam hasratmu akan ku.
Seharusnya aku
tak usah perlu bertanya,
apakah aku satu2nya wanita di hatimu?
Karna ku tahu pasti
tak akan pernah ada yang mampu menggantikanku dihatimu.
Seharusnya aku
tak usah perlu menangis,
karna ku tahu pasti
suatu hari kau akan datang penuhi janjimu.
Seharusnya aku
tak usah perlu khawatir,
karna ku tahu pasti,
kau selalu menjaga diri dan cintamu untukku.
Tapi sayangku,
aku menangis,
aku khawatir,
aku cemburu,
dan aku bertanya banyak hal,
bukan karena aku meragukanmu.
Tapi karena sesungguhnya,
jauh di dalam lubuk hatiku
aku sangat takut kehilanganmu.
Created by: Atika Dian Pitaloka
10 nov 2008
18.53wib
Selasa, 28 Oktober 2008
Simphony Cinta
Tidak akan pernah ku tau,
kapan semua kan jadi nyata dalam pandangku.
Semua masih serupa rintik hujan yang jatuh dari taman Langit,
yang biru membekas senja khatulistiwa.
Aku bagai senarai cerita usang,
lagu ku adalah piringan hitam,
dan simph0ny nya yang masih belum terdengar jelas.
Belenggu Cinta dalam ketakpastian.
Created by: Atika Dian Pitaloka
281008
23.34
kapan semua kan jadi nyata dalam pandangku.
Semua masih serupa rintik hujan yang jatuh dari taman Langit,
yang biru membekas senja khatulistiwa.
Aku bagai senarai cerita usang,
lagu ku adalah piringan hitam,
dan simph0ny nya yang masih belum terdengar jelas.
Belenggu Cinta dalam ketakpastian.
Created by: Atika Dian Pitaloka
281008
23.34
Minggu, 26 Oktober 2008
Akankah Kau Menemukanku
Aku terhempas dalam keliaran samudra.
Tak tenggelam,namun tak juga mampu menepi.
Hingga kapan ku berlayar sampai ke pulau seberang?
Sungguh sudah lelah semua sendi2 tubuhku.
Jika ku tak sadarkan diri, akankah kau menemukanku di luasnya lautan ini?
Created by: atika dian
211008
18.49
Tak tenggelam,namun tak juga mampu menepi.
Hingga kapan ku berlayar sampai ke pulau seberang?
Sungguh sudah lelah semua sendi2 tubuhku.
Jika ku tak sadarkan diri, akankah kau menemukanku di luasnya lautan ini?
Created by: atika dian
211008
18.49
Sabtu, 25 Oktober 2008
Surat Untuk Sahabatku
Matahari masih memancarkan sinarnya,
pertanda Allah masih mencintaimu.
Pun embun dan hujan masih menyiramimu dengan kesegaran,
pertanda Allah masih mengirimkan kesejukan untukmu.
Bunga masih bermekaran,
dan serangga masih setia membantu penyerbukannya,
pertanda Allah selalu menjamin rizki hambaNya.
Dan kau masih memiliki orang orang yang mencintai dan mengasihimu,
melalui tangan merekalah cinta dari Allah mengalir dan sampai kepadamu.
Wahai yang terkasih,
semoga keselamatan selalu meliputi jalanmu,
dan kesedihan tak akan mewarnai hari indah milikmu,
karena sesungguhnya kau punya segalanya.
Created by: Atika Dian Pitaloka
251008
02.30 pagi
pertanda Allah masih mencintaimu.
Pun embun dan hujan masih menyiramimu dengan kesegaran,
pertanda Allah masih mengirimkan kesejukan untukmu.
Bunga masih bermekaran,
dan serangga masih setia membantu penyerbukannya,
pertanda Allah selalu menjamin rizki hambaNya.
Dan kau masih memiliki orang orang yang mencintai dan mengasihimu,
melalui tangan merekalah cinta dari Allah mengalir dan sampai kepadamu.
Wahai yang terkasih,
semoga keselamatan selalu meliputi jalanmu,
dan kesedihan tak akan mewarnai hari indah milikmu,
karena sesungguhnya kau punya segalanya.
Created by: Atika Dian Pitaloka
251008
02.30 pagi
Selasa, 30 September 2008
Pergimu
Pergimu sisakan getar cinta yang tak pernah putus.
Suara yang dulu bergema di ruang kamar tidur kita, kini tak ada lagi.
Hadirmu di teras depan seraya membaca koran,
kini hanya tinggal kenangan.
Lantunan-mu sewaktu membaca kitab suci Al-Qur'an disaat kurebahkan kepalaku di pangkuanmu, kini menghilang.
Dan adzan-mu yang dulu berkumandang di penghujung malam kita,
semua tak kudapati lagi.
Sayang,
aku kesepian.
Pagi-ku tak seceria dahulu, waktu kau bersamaku.
Malamku tak setenang dulu, ketika kau disisiku.
Membelai lembut rambutku ketika ku terjaga dari mimpi buruk-ku,
memeluk-ku dikala gelisah,
mengayomiku dengan kasih dan kesabaran luar biasa.
Kasih, kini hanya cinta dan memori tentangmu yang tetap hidup di kedalaman sanubariku.
Sungguh aku rindu kau.
Sudah tak terhitung lagi berapa banyak tetes air mata yang mengalir ketika merindukanmu,
dan berapa banyak doa yang terucap untukmu,
juga ungkapan syukurku pada Sang Pencipta yang telah memberikan hadiah terindah kepadaku karna memilikimu dan merajai hatimu.
Cinta,
bersabarlah,
kelak di firdaus-Nya kita kan memadu kasih lagi.
Aku amat mencintaimu...
Created by: atika dian
290908
22.16
I made this poem with tears on my cheek, specially for my grandma, when i see her eyes, her eyes say that... "Loneliness". Ahh love u, grandma, be patient please. U will get grandpa again in the heaven. Amin ya robbal alamin.
Suara yang dulu bergema di ruang kamar tidur kita, kini tak ada lagi.
Hadirmu di teras depan seraya membaca koran,
kini hanya tinggal kenangan.
Lantunan-mu sewaktu membaca kitab suci Al-Qur'an disaat kurebahkan kepalaku di pangkuanmu, kini menghilang.
Dan adzan-mu yang dulu berkumandang di penghujung malam kita,
semua tak kudapati lagi.
Sayang,
aku kesepian.
Pagi-ku tak seceria dahulu, waktu kau bersamaku.
Malamku tak setenang dulu, ketika kau disisiku.
Membelai lembut rambutku ketika ku terjaga dari mimpi buruk-ku,
memeluk-ku dikala gelisah,
mengayomiku dengan kasih dan kesabaran luar biasa.
Kasih, kini hanya cinta dan memori tentangmu yang tetap hidup di kedalaman sanubariku.
Sungguh aku rindu kau.
Sudah tak terhitung lagi berapa banyak tetes air mata yang mengalir ketika merindukanmu,
dan berapa banyak doa yang terucap untukmu,
juga ungkapan syukurku pada Sang Pencipta yang telah memberikan hadiah terindah kepadaku karna memilikimu dan merajai hatimu.
Cinta,
bersabarlah,
kelak di firdaus-Nya kita kan memadu kasih lagi.
Aku amat mencintaimu...
Created by: atika dian
290908
22.16
I made this poem with tears on my cheek, specially for my grandma, when i see her eyes, her eyes say that... "Loneliness". Ahh love u, grandma, be patient please. U will get grandpa again in the heaven. Amin ya robbal alamin.
Minggu, 28 September 2008
Inginku
Ya Allah,
jika diriku dapat menggantikannya,
biarkan aku menggantikan lelahnya.
Biar tak da peluh dan keringat letih yang keluar dari keningnya.
Jika diriku dapat memikul beban nya,
biarkan aku melakukan itu untuknya.
Agar ia bisa melangkah lebih cepat,
dan tak da kesusahan dalam pikirnya.
Biar segala duka dan kesulitan lenyap dari sisi-nya.
Bila kau dapat kabulkan pintaku,
tuk mengambil segala aral lintang di depan nya,
maka pasti akan kupunguti satu persatu.
Tuhan,
aku ingin menghapus segala kesulitan yang ia punya.
Andai ku dapat,
walau mesti menanggung segala kepayahan,
aku rela.
Created by: atika dian
290908
10.01
jika diriku dapat menggantikannya,
biarkan aku menggantikan lelahnya.
Biar tak da peluh dan keringat letih yang keluar dari keningnya.
Jika diriku dapat memikul beban nya,
biarkan aku melakukan itu untuknya.
Agar ia bisa melangkah lebih cepat,
dan tak da kesusahan dalam pikirnya.
Biar segala duka dan kesulitan lenyap dari sisi-nya.
Bila kau dapat kabulkan pintaku,
tuk mengambil segala aral lintang di depan nya,
maka pasti akan kupunguti satu persatu.
Tuhan,
aku ingin menghapus segala kesulitan yang ia punya.
Andai ku dapat,
walau mesti menanggung segala kepayahan,
aku rela.
Created by: atika dian
290908
10.01
Selasa, 23 September 2008
Katamu Aku...
Katamu aku indah,
teramat indah.
Dan akulah bidadarimu.
Katamu aku setia,
menanti hingga ujung malam berganti pagi.
Alunkan doa yang terlantun dari basah bibirku yang bergema untukmu.
Katamu aku cahaya.
Pelitamu disaat gelap.
Ulurkan sinar cinta kala kau terjatuh dan menangis.
Hingga mampu buatmu bangkit kembali.
Katamu aku penyejuk kalbu.
Redakan amarah disaat kau terbakar.
Bagai air padamkan api.
Katamu aku agung.
Cahaya dimataku adalah cinta.
Kau ingin dekap aku dikala ku sembahyang.
Karna kau kata aku ta'at.
Dan luluhkan hatimu yang keras.
Katamu aku sempurna.
Dan begitu anggun dalam kesederhanaan yang ku miliki.
Katamu aku tegar.
Tetap kuat dalam satu keyakinan.
Tak ubah pendirian.
Laksana karang yang tak goyah walau dihempas gelombang beribu kali dalam jutaan tahun.
Cinta,
jangan bicara lagi.
Kumohon berhentilah memuji.
Ini tidaklah seberapa.
Yang kupinta hanya do'a.
Do'a dalam sujudmu.
Do'a dalam langkahmu.
Do'a dalam tangismu.
Do'a dalam senyummu.
Do'a dalam gelisahmu.
Do'a dalam tegarmu.
Do'a dalam nyatamu.
Do'a dalam mimpimu.
Dan do'a dalam setiap hembusan nafasmu.
Karna hanya dengan itu aku menjadi kuat.
Created by: Atika Dian Pitaloka
230908
21.11
teramat indah.
Dan akulah bidadarimu.
Katamu aku setia,
menanti hingga ujung malam berganti pagi.
Alunkan doa yang terlantun dari basah bibirku yang bergema untukmu.
Katamu aku cahaya.
Pelitamu disaat gelap.
Ulurkan sinar cinta kala kau terjatuh dan menangis.
Hingga mampu buatmu bangkit kembali.
Katamu aku penyejuk kalbu.
Redakan amarah disaat kau terbakar.
Bagai air padamkan api.
Katamu aku agung.
Cahaya dimataku adalah cinta.
Kau ingin dekap aku dikala ku sembahyang.
Karna kau kata aku ta'at.
Dan luluhkan hatimu yang keras.
Katamu aku sempurna.
Dan begitu anggun dalam kesederhanaan yang ku miliki.
Katamu aku tegar.
Tetap kuat dalam satu keyakinan.
Tak ubah pendirian.
Laksana karang yang tak goyah walau dihempas gelombang beribu kali dalam jutaan tahun.
Cinta,
jangan bicara lagi.
Kumohon berhentilah memuji.
Ini tidaklah seberapa.
Yang kupinta hanya do'a.
Do'a dalam sujudmu.
Do'a dalam langkahmu.
Do'a dalam tangismu.
Do'a dalam senyummu.
Do'a dalam gelisahmu.
Do'a dalam tegarmu.
Do'a dalam nyatamu.
Do'a dalam mimpimu.
Dan do'a dalam setiap hembusan nafasmu.
Karna hanya dengan itu aku menjadi kuat.
Created by: Atika Dian Pitaloka
230908
21.11
Adakah Mentari untuk Kita
Adakah mentari untuk kita, sayangku?
Dikala malam sama saja gelapnya dengan pagi.
Adakah hujan untuk kita, cintaku?
Dikala kemarau datang sepanjang tahun.
Dan pepohonanpun tak ada yang berbunga.
Apalagi berbuah.
Created by: atika dian
230908
21.14
Dikala malam sama saja gelapnya dengan pagi.
Adakah hujan untuk kita, cintaku?
Dikala kemarau datang sepanjang tahun.
Dan pepohonanpun tak ada yang berbunga.
Apalagi berbuah.
Created by: atika dian
230908
21.14
Senin, 22 September 2008
Senja Bersamamu
Aku ingin membagi senja bersamamu.
Katupkan mata kala dihempas rerintik hujan,
yang menelusup masuk melalui ventilasi rumah kita.
Mengukir namaku dan namamu
pada kaca jendela yang berembun karena hujan.
Menikmati dingin yang mulai hilang karna hangat pelukan.
Dan secangkir teh milik kita berdua
yang teronggok di samping ranjang
menatap cemburu pada kemesraan kita.
Kasih,
aku ingin begini.
Selamanya
dalam dekapmu.
Created by: atika dian
220908
17.23
Katupkan mata kala dihempas rerintik hujan,
yang menelusup masuk melalui ventilasi rumah kita.
Mengukir namaku dan namamu
pada kaca jendela yang berembun karena hujan.
Menikmati dingin yang mulai hilang karna hangat pelukan.
Dan secangkir teh milik kita berdua
yang teronggok di samping ranjang
menatap cemburu pada kemesraan kita.
Kasih,
aku ingin begini.
Selamanya
dalam dekapmu.
Created by: atika dian
220908
17.23
Langgan:
Entri (Atom)





